Tampilkan postingan dengan label Hindu Dan Tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hindu Dan Tradisi. Tampilkan semua postingan

KEARIFAN HARI RAYA GALUNGAN

Enam bulan sekali, dalam perhitungan kalender Bali, disebutkan lah sebuah perayaan hari besar agama Hindu yakni hari Raya Galungan dan Kuningan. Kesibukan krama Hindu telah tampak sebelum perayaan Galungan tiba. Beberapa hari sebelum galungan, mereka telah melampaui perayaan yang beruntun diantaranya Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penyajaan Galungan, Penampahan hingga hari Raya Galungan tiba. Pasar pasar tradisional pun akan tampak sesak kala Menjelang Galungan. Hari besar umat hindu akan memberikan limpahan rejeki bagi siapapun... tidak memandang agama maupun ras. Umat Hindu akan saling berbagi..

Memaknai Penjor

          Umat Hindu dari jaman dahulu sampai sekarang bahkan sampai nanti dalam menghubungkan diri dengan Ida Sanghyang Widi Wasa memakai symbol-simbol. Dalam Agama Hindu simbol dikenal dengan kata niasa yaitu sebagai pengganti yang sebenarnya. Bukan agama saja yang memakai simbol, bangsa pun memakai simbol-simbol. Bentuk dan jénis simbol yang berbeda namun mempunyai fungsi yang sama.
Dalam upakara terdiri dari banyak macam material yang digunakan sebagai simbol yang penuh memiliki makna yang tinggi, dimana makna tersebut menyangkut isi alam (makrokosmos) dan isi permohonan manusia kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa. Untuk mencapai keseimbangan dari segala aspek kehidupan seperti Tri Hita Karana.

Tradisi Sapuh Leger Dalam Kehidupan Masyarakat Hindu Dibali

Seni pewayangan merpakan salah satu tradisi yang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan atau nilai – nilai yang baik kepada masyarakat. Wayang kulit dibali khususnya megalami perkembangan dengan beragam pariasi. Dibali seni pewayangan memiliki arti yang sangat sacral dalam kehidupan masyarakat, dipercaya dalam pertunjukan wayang dapat membantu membersihkan pengaruh negatife, salah satunya adalah Wayang Sapuh Leger. Wayang Sapuh Leger digelar dibali berkaitan dengan kelahiran seseorang pada hari yang dianbggap sebagai kelahiran sang Kala yaitu pada hari Tumpek Wayang. Dalam masyarakat bali setiap anak yang lahir pada Tumpek Wayang akan diadakan pagelaran Wayang Sapuh Leger. Kedudukan hari tersebut sangat khusus dan sacral, selain itu ada suatu anggapan bahwa tumpek wayang dianggap angker dan berbahaya karena pada hari tersebut dikuasai oleh Bhuta dan Kala.
 Menurut Ida Pedanda Gede Nabe Bang Buruan Manuabe mengatakan bawasannya tumpek wayang dibali adalah suatu hal yang sangat dikramatkan. Jadi karna terkait dengan SDM (Sumber Daya Manusia) diyakini oleh masyarakat bali yang bukan merupakan mistik tapi merupakan benang merah dari agama yang teraputasi dalam budaya, dimana budaya dibali itu sangat Magis yang sangat terpengaruh dalam pri kehidupan masyarakat bali yang lahir pada uku tersebut.